Cinta di Muktamar by Gus Pur

*Cinta di Muktamar*

(maaf, sangat panjang. tolong jangan baca. hanya saya jadikan catatan harian)

Jumat, dari Surabaya kami berangkat berdua sbg penggembira muktamar Solo. kami transit di Sragen, permaisuriku menginap di Sragen aku lanjut ke Solo untuk ambil undangan dan nginap di Solo agar pagi bisa ikut pembukaan.

Jumat malam Solo hujan deras bahkan hingga pagi meski di awalnya sempat reda. setelah ambil undangan di salah satu hotel aku lanjut ke rumah senior alumni ITB asal Solo. Nginep di sini.

usai shalat shubuh aku dipesankan gojek oleh tuan rumah,. di tengah gerimis aku pun menuju stadion Manahan dengan baju batik MTT PPM dan kulengkapi dengan rompi hitam lazismu-Trensains. jalan pun banyak genangan air shg aku harus sigap angkat kedua kaki agar tak kecripatan air genangan.

sekitar 15 menit sdh nyampe stadion Manahan, halaman stadion penuh air menggenan. karena itu aku harus lompat sana lompat sini memilih lantai tanpa genangan meski tak sepenuhnya bisa. maklum orang sudah pada berkerumun

di dalam stadion masih relatip sepi dan kosong . terlihat di setiap kursi ada kotak kue dan kantong muktamar, mgkn untuk sampah. udara cukup dingin shg rompi hitam yg sempat kubuka terpaksa kukenakan kembali.

setelah memilih dan mendapat tempat duduk di bagian blkg aku baru ingat kembali permaisuriku dan ku-wea telah sampai mana. menurut rencana awal permaisuriku berangkat bersama rombongan Trensains, 5 bus, berangkat 06.30. itu pun tidak ke Manahan tetapi Colomadu tempat expo

andai tahu sebelumnya bhw ada anggota MTT PPM yg tidak ambil undangan, kuambil itu undangan dan kami pake berdua. dan kami dapat merasakan keindahan muktamar  berama. sayang seribu sayang ...

langit gelap berawan seolah akan turun hujan.aku pun jadi ingat Mandalika dengan mbak Rara yg sempat heboh. saya yakin panitia muktamar tidak melibatkan. mbak Rara untuk mengusir hujan meski seharian mmg tidak hujan dan hanya mendung berawan shg matahari tidak nampak.

mendung berawan yg menutup matahari jelas sangat membantu para penggembira. tidak terlalu capek karena kepanasan

meski tidak capek oleh panas matahari, aku tetap capek oleh yg lain. nyopir Sby-Sragen Jumat siang dan mlm nya sempat kehujanan, dini hari diajak ngobrol tuan rumah yg kuinepi plus kegerimisan saat brgkt. di tribun juga sempat ngantuk berat dan serrrr ...tidur sebentar 😊😊

maka setelah terjebak kemacetan aku turun dari bus rombongan majelis tarjih untuk berjalan kaki menuju lokasi Expo. untungnya juga lgsg disamperi gojek shg masih kekejar dapat balik bersama rombongan Trensains jam 15.

pengennya bertahan di stan Trensains mengingat banyak yang ingin bertemu denganku sbg penggagas Trensains dan penulis buku AAS. tidak lama aku di lokasi Expo, entah brp orang yg telah menemuiku dan brp orang juga yg bertanya kpd santri dan asatidz yg menjaga stan Trensains tentang kapan aku datang. tetapi sayang seribu sayang ...capek sekali dan merasa harus istirahat dulu

Ahad pagi yg ada di pikiranku pulang Surabaya dan bertemu serta pamit F5 dulu di pondok. tetapi ternyata permaisuriku ingin ke solo lagi karena kemarin hanya di lokasi Expo dan tidak sempat jalann apalagi ke UMS dan Edutorium. karena misiku mmg menggembirakan permaisuri maka permintaannya kupenuhi. kami kembali ke Solo jam 07.30 an setelah sarapan soto kwali khas Sragen

aku pun pengen nyampe Solo lbh awal dan dapat menikmati suasana muktamar lbh lama, shg aku ambil jalur tol Pungkruk. tetapi permaisuriku ingin lewat depan UNS shg aku putar balik sblm gate tol ...untungnya bisa dan sepi ...lewat jalan bawah ternyata juga sepi ...

saat masuk kota google map on, tujuan UMS
akhir nya nyampe juga d dpn kampus UNS. berhubung jalan sdg diperbaiki dan diberi pembatas kami tidak berhenti dan berfoto ria. dengan kata lain kami lewat saja ...

perjalanan kami lanjutkan. nyampe di masjid baru masjid Syekh Zayed. tampak banyak penggembira berfoto ria di sini. kami pun berhenti dan berfoto ria ...hanya untuk berfoto shg ga sampai 10 menit ...lanjut

taklama kemudian tampak tulisan besar Universitas Muhammadiyah Surakarta dan gedung besar. kukira Edutorium, kami pun mampir. keadaan masih sepi, mgkn Krn msh pagi. kami pun segera ambil posisi untuk berfoto ...tentu dg latar  belakang tulisan Edutorium ...

ternyata bukan Edutorium melainkan Gedung Nyai Siti Walidah. gpp wis ...lanjutkan  berfoto termasuk di dlm gedung. penggembira mulai berdatangan dan berfoto juga... sebelum tinggalkan gedung nyai Siti Walidah bertanya kpd ibu kebon yg bersihh halaman ...di mana Edutorium

sambil dipandu google maps akhirnya  nyampe juga di gedung megah Edutorium. di sini stlh foto berdua, bertemu dan berfoto dengan
mantan ketua IPM Atho'illah dan nyonya serta anggota PP IPM jaman Atho', Hidayat Wahyudi
alumni Trensains angkatan kedua asal Ternate yg kuliah di UMY
peserta muktamar, direktur PUTM, anggota PP PPM kakak dari salah seorang PP 2022-2027 Busyro Muqoddas ...ust Fahmi Muqoddas
penggembira dari Berrau Kaltim yg pernah ikut ngajiku di Samarinda

juga bertemu dengan penggembira goweser asal Magelang. mereka tampak bahagia telah berada di salah satu icon muktamar Muhammadiyah ke-48, Edutorium yg megah. cinta mereka pada Muhammadiyah menggerakkannya hingga di tempat ini

dari Edutorium lanjut menuju expo colomadu. jalan masih macet meski tak semacet kemarin. tetapi tetap lambat merayap ... sing penting permaisuri senang dan bahagia ...kehadirannya di arena muktamar cukup jelajah ...kulakukan sbg pengganti tidak dapat mengajaknya masuk stadion Manahan menyaksikan secara langsung keindahan dan kemegahan pembukaan muktamar

di arena expo bertemu lbh banyak fans. pertama   bertemu direktur LAZISMU pusat dan lgsung foto di STANd LAZISMU. sebelum pindah saya sempat dibisiki, beliau sudah baca statusku tentang *Kembalilah Puan*. berikutnya ...rombongan Surabaya, Dikdasmen DIY, alumni pelatihan instruktur Trensains yg sdg S3 Fisika ITB, dosen fisika UIN Yogja, alumni IMM UMM kelas filsafat , dan fans yg sdh punya dan baca buku AAS kmd di stand beli Nalar AAS bayar via gopay ...dan bbrp lagi lsinnya dan tidak semua sempat foto bareng.

di Colomadu ini juga info bhw Ketum-Sekum baru telah resmi ditetapkan. sebenarnya, ketum-sekum baru adalah petahana dapat diketahui sjk hasil e-voting bagi 13 calon ketua diumumkan tengah malam. urutan pertama dan kedua adalah petahana. sesuai tradisi, suara terbanyak akan ditanya kesanggupan dan saya sangat yakin bhw kedua beliau berkenan. dan menurut cerita yg penetapan ketum-sekum hanya butuh waktu 5 menit. insya Allah semua menerima hasil ini

seperti catatan saya terdahulu, muktamirin merasa puas atas kepemimpinan dan memberi kesempatan kepada pasangan HN-AM. ada yg menarik dan luput dari perhatian saya bhw pikiran *PPM harus lbh garang kepada pemerintah* ternyata cukup kuat dan anehnya justru di kalangan tanwirin yg menomor satukan Buya Anwar Abbas. namun muktamirin yang didominasi untusan PDM menghendaki lain yakni kesinambungan bekerja dalam suasana tenang, dan adem ayem.

hasil suara 13 kandidat juga menyatakan pentingnya faktor popularitas. kyai Sa'ad Ibrahim adalah Ketum PWM Jatim yg sukses dengan berbagai gebrakannya. kyai Sa'ad juga ulama yg sangat progresif dan fasih berbahasa Arab. progresif dlm arti gagasannya sekilas ala temann liberal tetapi dengan argumen Naqli yg jelas dan kokoh. tetapi mmg beliau kalah populer dibanding ketum-sekum PPM lama. demikian pula dengan Prof Syamsul Anwar, juga kurang populer.

pada akhirnya ide *kesinambungan kerja* lebih unggul dari *sikap lbh tegas atau lbh garang kepada penguasa* maupun *keulamaan*. ikhtiar masingg telah dipertemukan di muktamar, hasilnya harus diterima. selebihnya melanjutkan amal meningkatkan kualitas dan membebaskan ummat dari belenggu kebodohan dan kemiskinan. kecintaan pada muhammadiyah menuntun kita untuk kembali berlombaa dlm kebajikan via Muhammadiyah

aku akan membantu penulisan tafsir at-Tanwir jika masih tetap dipertahankan di MTT PPM tentu selain masalah hisab-falak. jika tidak di MTT PPM lagi ya melanjutkan memungut debu untuk menuntaskan pembangunan gunung Trensains Tebuijo yg baru selesai sekitar 60% ...

jam 13.30 kami kembali ke Sragen setelah maksi soto Lamongan. shalat dhuhur-ashar di masjid rest area dan sempat kehujanan karena formasi masjid mmg tdk mendukung jk hujan. setelah bertemu F5, jam 16.25 balik SBY dari pondok ...dan sempat berhenti serta istirahat tidur di cekungan pagar tol yg gelap sekitar 20 menitan ...karena mmg ngantuk berat. ta'pikirr koyok wong pacaran wae  berhenti di tempat gelap ...lha mmg ga ada pilihan Krn tdk ada rest area yg dekat ...

πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™

Hanifah Hanif



Aku dan Muhammadiyah 


banyak orang mengira aku orang hebat dan spesial di Muhammadiyah 

tidak tidak tidak

aku warga biasa Muhammadiyah 


insya Allah Sabtu - Ahad orang akan tahu 

bahwa aku adalah orang biasa, anggota biasa di Muhammadiyah 

aku akan hadir di area muktamar sbg penggembira 

layaknya puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu penggembira muktamar yg hadir dari berbagai penjuru di tanah air 


saya akan kelilingg jalan kaki 

lihat sana lihat sini 

tanpa pengawalan 

jika capek ya istirahat dan berhenti dulu di tepi jalan 

syukur jika ada tempat duduk, bisa leyehh

layaknya penyemarak hajatan muktamar 


saya juga akan makan siang di tempat makan yg para penggembira makan

dan kemungkinan itu di pinggir jalan 


mengenang kembali masa mhs dan mjd penggembira 

penggembira Muktamar Surakarta 1985

penggembira muktamar Yogjakarta 1990

penggembira muktamar Malang 2005

penggembira muktamar Yogjakarta 2010

dulu penggembira 

skrg penggembira


menggembirakan diri sendiri dulu

sebelum menggembirakan orang lain


😊😊

Posting Komentar untuk "Cinta di Muktamar by Gus Pur "